Kamis, 11 Desember 2008

< 23.35 > 27.01.2008

dinginya malam menggerogoti sum-sum
menegakkan bulu roma yang dulu layu
semenjak jendela dibuka
kau terjang aral yang ada di depan mata
kau siram air cinta ke hati yang dahaga
kini jendela telah ditutup
semua seakan mulai redup
beruntung lentera suci tetap setia menemani
jika kau mulai bosan akan puisi ini
cobalah kau rebahkan diri
dan buang semua makna hakiki
tapi biarkan cinta sejati yang kamu miliki tetap untuk diriku yang selalu menanti……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar