malam lebih mengaitkan separuh keterpurukan
poros waktu menjenjang perih retakan egoQ
tersirat seutas cahaya berterbangan
di ujung lorong dan jendela
rembulan pucat mengintipQ
tertidur dalam sujudQ
di ujung lorong dan jendela
senyum cerah bintang biaskan air mataQ
dadaQ bergemuruh bersama buih-buih Do’a
terus merintih memohon pada yang kuasa
sepasang insan yang sedang dimabuk cinta
ingin u/ bisa terus hidup bersama
hingga IZROIL mengucapkan salam hangat u/ Qt
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar